Cara Membuat KK Baru dan Ubah Status E-KTP

Membuat KK baru dan ubah status kawin adalah perubahan dokumen yang wajib anda lakukan setelah menikah. Bahkan kalau pelaporan perubahan status nikah lebih dari 30 hari akan dikenakan denda Rp50.000 jadi lebih baik setelah menikah langsung diurus semuanya.

Perubahan KK lama yang dimaksud disini yaitu menghapus salah satu anggota keluarga karena menikah untuk dibuatkan KK baru (istilah wong jowo pecah KK). Walaupun tempat tinggalnya masih satu rumah dengan mertua, namun KK tetap ada 2 yaitu KK ortu dan KK anak yang sudah menikah.

Tertib administrasi negara akan membuat kita lebih mudah untuk menjalankan aktifitas, karena sekarang posisi KK dan E-KTP sangat wajib untuk kebutuhan administrasi apapun seperti pembuatan rekening bank, pendaftaran anak sekolah, mendapatkan bantuan dari pemerintah, melamar pekerjaan atau mau membuat visa.  Oleh karena itu kesadaran harus dipupuk dari diri sendiri untuk kelancaran kedepannya.

cara membuat kk baru dan ubah status ktp

 

Hal ini juga sama dengan akta kelahiran yang harus dilaporkan sebelum batas waktu yang ditentukan, agar anak nantinya dapat masuk sekolah dengan mudah karena salah satu syarat pendaftaran adalah adanya akta kelahiran. Mengurusnya juga bukanlah hal yang sulit (Baca: Syarat dan Cara Terbaru Mengurus Akta Kelahiran Lengkap).

Cara Mengurus Perubahan KK dan Status di KTP Menjadi Kawin

Perubahan KK dan KTP setelah menikah merupakan satu paket, jadi tidak bisa mengurus salah satunya saja. Berikut prosedur yang harus kamu lakukan.

  1. Meminta surat pengantar perubahan KK dan KTP dari RT atau RW.
  2. Jika sudah dapat, silahkan bawa surat pengantar tersebut beserta (KK asli dan KTP asli juga photo copy surat nikah) ke kantor balai desa.
  3. Nanti di kantor desa akan diberi formulir perubahan KK dan KTP.
  4. Setelah mendapatkan formulir dari desa, selanjutnya membawa semua berkas yang disebutkan tadi ke kantor kecamatan. Disini akan dibuatkan 2 KK baru (KK ortu dan KK anda) juga perubahan status nikah.
  5. Setelah mendapatkan KK baru dilanjut ke kantor DISDUKCAPIL kota untuk mendapatkan tanda tangan dan perubahan E-KTP (jika blangko masih tersedia maka bisa langsung jadi dan jika blangko habis akan diberi KTP sementara).

Kesimpulan

  1. Batas waktu pelaporan status nikah 30 hari, jika lebih dari itu akan dikenakan denda.
  2. Mengurus dokumen bisa dilakukan dalam satu hari (langsung jadi).
  3. Persyaratan (KK dan E-KTP asli ditambah photo copy surat nikah)
  4. Prosesnya dimulai dari RT >> Balai Desa >> Kantor Kecamatan lalu ke DISDUKCAPIL.

Bagaimana mudah bukan? proses pengurussan dokumen diatas bisa dilakukan dalam satu hari saja. Jadi jangan malas untuk mengurus perubahan KK dan E-KTP.

Demikian share informasi tentang dokumen negara yang harus ditaati seluruh lapisan masyarakat agar terciptanya administrasi yang tertib untuk menjaga keamanan negara.

Jika masih bingung dengan penjelasan diatas, silahkan didiskusikan melalui kolom komentar atau jika ingin tutorial atau artikel menarik lainnya silahkan kirim request melalui halaman kontak.

Leave a Reply